Sofa Anak

Oleh Iwa Misbah

Sudah menjadi kelaziman, di Negara Barat, khususnya Eropa dan Amerika, anak-anak selalu dibiasakan hidup dengan medianya sendiri, yang masing-masing disesuaikan dengan tingkat kebutuhan fisik dan psikis si anak. Usia 1 – 3 tahun  dikenalkan media bermain yang merangsang konsentrasi dan berbagai cerita yang menggugah daya nalarnya. Usia 3 – 5 tahun, mulai dibimbing mengenal bentuk dan alat bermain yang mendorong gerak refleks tangan dan kakinya. Begitu seterusnya, sehingga si anak pada usia menjelang remaja maupun dewasa telah terbiasa berfikir dan bekerja dengan kemampuan kognitif dan motoriknya.

Begitupun, menyangkut kebutuhan sosialisasi anak terhadap lingkungan rumahnya, mereka senantiasa dikondisikan dengan keperluan benda atau barang yang sesuai dengan proporsi dan usianya. Kamar tidur dirancang dengan menghadirkan suasana anak-anak, lemari, meja, tempat tidur, sofa, dan kursi semuanya dibuat sesuai ukuran tubuh si anak. Sehingga si anak bisa bermain dengan benda yang sesuai ukuran tubuhnya. Sofa anak bukan hanya untuk alat duduk saja, tetapi sebagai perangkat bermain yang menunjang bagi perkembangan kreativitasnya.

Sofa anak merupakan bentuk sofa yang sengaja dibuat mengacu pada kepentigan anak untuk beraktivitas. Selanjutnya, dimensi dan ukuran sofa tersebut harus mengacu pada proporsi anak. Sofa anak dengan model dan bentuknya yang menarik akan merangsang berfikir dan berkreasi, sehingga si anak bisa merasakan kenyamanan, mengenal warna-warnanya, bahkan dia  menjadikan sofa sebagai media perenungan  obsesi, khayalan, dan impiannya

Sifat anak yang ceria, manja , dan bebas merupakan cerminan dari jiwa dan emosi si anak. Oleh karena itu, media bermain anak harus juga  mencerminkan kondisi tersebut. Dan hendaknya barang atau benda yang dibuat berkarakter dinamis, lucu, serta unik. Sebagai pencerminan (refleksi) dari karakter seorang anak. Selain itu haruslah senantiasa   mengandung warna yang cerah, penuh semangat, dan kontras. Permainan dengan memanfaatkan sofa sebagai media beraktivitas akan menumbuhkan kemampuan sosial, koordinasi otot motorik, kreatifitas, dan imajinasinya.

Desain sofa anak

Bentuk-bentuk yang menarik berupa bidang yang tegas, deformasi binatang, stilisasi tanaman, model alat-alat permainan, dan tiruan benda-benda rumah tangga atau keperluan hidup sehari-hari,  merupakan alternatif ide bagi bentuk-bentuk sofa anak yang akan menjadi inspirasi kreatifitas dan imajinasi anak. Perlu diketahui bahwa fungsi sofa sebagai tempat duduk bukan prioritas utama yang harus kita perhatikan, karena yang ditekankan adalah fungsi bermainnya. Sofa dipersembahkan menjadi media kreatif.

Sehubungan karakter  anak yang bebas dan mempunyai rasa selalu ingin tahu (sense of curiosity), maka rancangan sofa anak setali tiga uang dengan sifat anak tersebut. Model dan bentuknya bisa dibuat amat beragam,  dari gaya klasik dengan lengkungan pada tanganan, dan bulatan yang melingkar pada sandaran, sampai gaya kontemporer minimalis, yang sederhana dan tanpa sentuhan yang rumit dari aksesories maupun bahan yang digunakan. Sedangkan modelnya tidak sedikit yang mengadopsi bentuk deformasi buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang, dan semangka. Atau meniru bentuk binatang seperti ular, ikan,  kucing, kelinci, dan gajah. Juga mengadopsi bentuk sepatu, jari tangan yang terbuka, bola, dan benda-benda lainnya.

Dewasa ini, model sofa anak yang disukai tidak terbatas hanya pada rancangannya saja, tapi lebih dipengaruhi oleh tampilan kain yang digunakan. Motif hiasan binatang atau bunga-bunga menjadi  pilihan utama anak-anak. Selain tentunya idola kartun anak seperti Tweety, Mickey Mouse, Doraemon, Sinchan, atau Teletubies yang masih tetap diminati anak. Tidak ketinggalan pula bahwa paduan warna primer merah, biru, dan kuning menjadi alternatif pemilihan warna kain pada sofa anak.

Diakui, bahwa sofa anak tidak terlepas dari perkembangan mode atau rancangan yang biasanya disesuaikan dengan tren yang sedang berlangsung, seperti karena pengaruh model sinetron, film-film kartun yang sering ditayangkan media televisi, atau pengaruh komik –komik dari mancanegara. Kesemuanya amat berpengaruh terhadap model sofa yang akan menjadi idola anak-anak berikutnya. Walaupun tren ini tidak akan berlaku lama, tapi jelas akan sangat berpengaruh terhadap keinginan atau hasrat seorang anak terhadap idolanya, juga pasar tentunya.

Kriteria desain sofa anak

Kita perlu ingat bahwa ada enam hal penting yang harus diperhatikan sebelum  merancang sofa anak, pertama, konstruksi rangka sofa harus dipastikan  aman, artinya seminimal mungkin menggunakan rangka kayu atau besi karena dikhawatirkan akan terjadinya benturan yang tidak kita kehendaki terhadap diri si anak. Kini,  banyak material pendukung rangka sofa yang relatif aman bagi anak, rigid foam —sejenis busa yang mendapat perlakuan khusus sehingga lebih keras dan kuat— misalnya. Dan untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan menyangkut kesehatan si anak, maka sebaiknya membuat sofa anak tanpa menggunakan rangka, berarti hanya bertumpu pada busa sebagai konstruksi utama dan pembentuk sofa secara utuh. Untuk itu, diperlukan kualitas busa yang baik dengan kekenyalan yang optimal, sehingga busa bisa menopang bentuk sofa dengan sempurna. Sofa bagi si anak bukan hanya untuk diduduki, tetapi tidak sedikit untuk diinjak, ditendang, dilempar, dibanting-banting dan sebagainya. Sehingga material yang aman amat penting dan signifikan terhadap keselamatan si anak.

Kedua, material yang digunakan seyogyanya menggunakan bahan yang aman dari efek kimia berbahaya,  yang tidak akan merusak kesehatan serta tidak membahayakan jiwa si anak. Sebagaimana kita ketahui, bahwa sekarang banyak bahan utama membuat sofa yang disinyalir bisa merusak  kesehatan si anak seperti  pemakaian lem kayu yang mengandung formaldehyde, busa (foam) dengan kandungan pigment yang tidak ramah lingkungan,  cat pewarna kayu yang mengandung merkuri, benang yang menyilaukan mata, dan seterusnya. Khusus untuk kain yang memang paling dominan digunakan dalam pembuatan sofa, maka perlu untuk dihindari kain yang mengandung pelapis (coating) yang bisa merusak lapisan ozon, formaldehyde yang bisa menyebabkan kanker, pewarna kain yang luntur. Malahan,  kain untuk anak kecil diusahakan untuk terhindar dari unsur jamur yang menyebabkan alergi kulit.

Oleh karena itu, untuk produk sofa anak kualitas ekspor, beberapa  negara tujuan tertentu seperti Jepang, Amerika, Australia dan negara-negara Eropa mensyaratkan  semua produknya harus melalui uji sahih dan kualitas bahan  yang bebas dari bahan kimia berbahaya melalui uji laboratorium yang berkualitas, dan tentu harus sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan konsumen diluar negeri tersebut. Karena produk untuk anak amat rentan dari tindakan si anak itu sendiri yang sering kali memperlakukan barang atau benda dengan semena-mena —bila tidak dikontrol orang tuanya— seperti menjilat, menggigit, atau menelannya. Bilamana produk yang dimakan oleh si anak mengandung zat kimia  berbahaya maka akan mengancam jiwa si anak tersebut.

Ketiga, tidak kalah pentingnya untuk memperhatikan kenyamanan sofa anak secara memadai, sehingga si anak bisa dengan tenang dan nyaman bermain dengan sofanya. Keempat, tak bisa dielakkan bahwa ergonomis dari sofa anak harus mendapat perhatian yang utama, sebagaimana sudah disinggung di atas bahwa ukuran ideal sofa anak akan mempengaruhi proporsi dan tubuh si anak. Sofa yang ergonomis akan membantu perkembangan tulang-tulang si anak menjadi lebih baik. Adapun ukuran ideal sofa anak  adalah sebagai berikut panjang (lenght) antara 40-45 cm,  lebar (width) 40-42 cm, tinggi  dudukan (seat high) 20-25 cm, dan tinggi (high) 45-52 cm. Tetapi ukuran tersebut bukan sesuatu yang baku, bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh si anak. Untuk kasus tertentu, dimana postur tubuh si anak lebih besar maka bisa dibuat rancangan khusus yang disesuiakan dengan kondisi anak.

Kelima, harus diingat bahwa fisik si anak yang masih kecil, memerlukan benda atau barang mainannya yang mempunyai beban ringan, sehingga si anak dengan mudah bisa memindahkannya kemana dia suka.

Keenam, dalam merancang sofa anak hendaknya menghindari sudut-sudut yang runcing atau tajam. Diusahakan membuat rancangan yang luwes, halus dan tumpul pada sudut atau pertemuan dua bidang, sehingga resiko terjadinya kecelakaan dapat dihindari dengan baik.

Dengan demikian, sofa anak bisa menjadi alternatif bagi sarana kreatifitas yang aman dan amat bermanfaat secara fungsional, sehingga si anak bisa tetap bermain sebagai fitrah utama manusia.

Iwa Misbah, Praktisi dan Pengamat Desain.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: