Beranda > Uncategorized > Mencerdaskan Anak dengan Furnitur Ideal

Mencerdaskan Anak dengan Furnitur Ideal

Keberhasilan seorang anak dalam mencapai kecerdasan intelektualnya tidak hanya ditentukan oleh asupan gizi atau tambahan vitamin-vitamin yang dikonsumsinya setiap hari. Bimbingan yang intensif dari orang tua, serta perhatian dan pengarahan yang baik dari guru di sekolah, tentunya amat berperan penting. Walaupun kecerdasan intelektual bukan satu-satunya patokan bagi kualitas hidup anak, tetapi menjadi acuan dasar bagi perkembangan daya ingat dan daya pikirnya. Tanpa mau mengecilkan arti dari kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual, penulis berkeyakinan bahwa peran yang paling utama dalam perkembangan karakter anak adalah sisi intelektualnya. Tidak heran, beberapa produsen susu dan makanan dengan jeli memanfaatkan issue kecerdasan intelektual bagi sebagian besar produknya. Contoh kecil adalah promosi yang gencar terhadap khasiat susu bubuk yang mengandung DHA atau Omega 3 pada perkembangan otak anak. Padahal efek dari mengkonsumsi zat tersebut, belum tentu signifikan dengan hasil yang ingin kita dapatkan.

Disamping faktor diatas, yang mendorong peningkatan kecerdasan anak dari segi fisik, maka faktor pendukung  lain yang tak kalah pentingnya, tetapi sampai sekarang kurang mendapat perhatian yang semestinya adalah penyediaan sarana belajar anak yang ideal. Memang untuk sekedar memenuhi tersedianya sarana belajar di rumah, orangtua pasti menyediakannya dengan segera. Tetapi, perhatian terhadap rancangan kursi dan meja anak yang baik, amat minim. Bagaimana mau menciptakan anak menjadi cerdas, sedangkan pengetahuan orang tua terhadap ergonomi dan antropometri sarana belajar anak  tidak memahaminya dengan baik.

Sehingga tidak sedikit anak-anak malas belajar dikarenakan ergonomi dari sarana belajar tidak sesuai dengan perkembangan tubuhnya. Mungkin kursinya terlalu rendah, atau mejanya terlalu tinggi. Bukan hanya angan-angan mencapai kecerdasan anak akan terhambat, tapi pertumbuhan fisik sianak pun akan terganggu. Oleh karena itu, perhatian orang tua terhadap sarana belajar anak tidak boleh disepelekan.

Desain kursi dan pengaruhnya

Perangkat furnitur untuk belajar anak yang layak dan ideal merupakan jurus ampuh untuk terlaksananya proses belajar yang sempurna dan berkualitas. Rendahnya pemahaman terhadap antropometri dan ergonomi tubuh anak, dan kurangnya perhatian yang mendalam terhadap desain yang proporsional dari orang-tua, telah menyebabkan penyediaan furnitur untuk ruang belajar anak terkesan apa adanya dan amat miskin ide-ide desain. Selama hampir 20 tahun terakhir, bentuk dan rancangan tempat duduk dan meja belajar anak tidak menunjukkan perubahan berarti. Kursi tempat duduk berbentuk kotak kaku, seperti angka empat terbalik. Malah tidak sedikit bangku dibuat memanjang seperti tempat duduk di warung tegal yang banyak tersebar di pinggir jalan. Begitu pula meja belajar tempat anak menulis selain bentuknya yang datar, juga tidak mendukung kenyamanan siswa untuk menulis atau membaca. Dampak negatif dari kondisi ini menyebabkan anak kurang konsentrasi belajar, sehingga hasil dari proses belajar ini tidak maksimal.

Sebagaimana hasil penelitian dari Woro Riyadina (Centre for Research and Development Disease Country, NIHRD, Jakarta, 2000) terhadap 400 anak usia sekolah  di Kodya Dati II Tangerang, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara sarana belajar dengan ukuran fisik siswa (ketidak ergonomisan meja 100%, kursi 81.11%), menyebabkan dampak kelelahan 20%, pusing 74.7%, lengan sakit 72.3 %, leher sakit (pegal-pegal) 61.3 %, dan merasa lelah 65.4 %. Tidak sedikit siswa yang karena ukuran antropometrinya tidak ideal, menulis sambil berdiri.

Lalu bagaimanakah furnitur yang ideal untuk anak kita? Mengadopsi  konsep tripartitnya Mies van de Rohe yang mengagungkan kekuatan material (Firmitas), untuk menciptakan kenyamanan fungsional (Commoditas), dan menghasilkan keindahan (Venustas) merupakan salah satu alternatif yang bisa diterapkan. Pertama, kekuatan konstruksi kayu harus benar-benar kokoh, mengingat beban fungsi yang digunakan anak-anak di rumah maupun sekolah lebih besar. Selain untuk duduk merekapun tak segan-segan menggunakannya untuk bermain loncat-loncatan.  Jelas kontruksi antar sambungan kursi memegang peranan penting untuk terjaminnya kursi yang kuat dan tahan lama. Jenis kayu tidak bisa diabaikan begitu saja, kayu yang berkualitas seperti; kayu jati, mahoni dan kamper salah satunya yang layak digunakan. Kekerasan dan kekeringan kayu  juga sebuah keharusan. Kualitas kayu yang baik menunjang kekuatan kursi lebih lama sehingga beban biaya pembuatan kursi tidak akan digerogoti oleh perbaikan kursi yang terus-menerus. Masih terbayang dalam ingatan penulis tatkala duduk di sekolah dasar, kursi yang digunakan untuk belajar di rumah amat kokoh dan ergonomis, selain menunjang posisi duduk dengan baik, juga memberikan kekuatan yang masih bisa dimanfaatkan oleh adik-adik penulis. Bandingkan dengan kursi anak jaman sekarang, betapa ringkih dan rapuhnya. Belum mencapai 5 tahun dipakai sudah rusak dan keropos.

Kedua, ergonomi dari furniture kursi belajar  musti diukur dengan benar, karena proporsi ukuran yang tepat antara sandaran dan dudukan kursi akan menopang dengan akurat beban tubuh anak, sehingga pertumbuhan fisik anak bisa berkembang dengan baik. Lebih sempurna kursi siswa diberi penyangga tanganan (arm-rest) untuk menahan beban tanganan sehingga tangan tidak cepat capek. Dudukan dan sandaran amat perlu diberi bantalan busa yang kenyal, agar mampu memberikan kelembutan ketika diduduki. Sehingga punggung dan tubuh bagian bawah tidak sakit. Kenyamanan amat memegang peranan penting untuk sebuah kursi karena 80% anak menghabiskan waktunya untuk duduk.

Untuk menyiasati ukuran dan bentuk furniture meja belajar anak  sehubungan dengan pertumbuhan fisiknya, maka hendaklah desain furniture tersebut menggunakan system knock-down pada ambalan atau rak bukunya. Sedangkan pada kursi belajarnya bila tidak menggunakan system hidrolik, bisa juga merancang dudukan kursi yang bisa dinaik-turunkan  (movable). Atau barangkali bisa mendesain khusus meja dan kursi dalam satu kesatuan yang utuh dan kompak. Artinya selain tersedia meja dan kursi yang bisa diatur sesuai kebutuhan anak, maka tidak ada salahnya menyediakan space untuk menyimpan komputer, video, play station dan sebagainya. Diharapkan dengan desain yang mengerti tubuhnya. si anak merasa betah dan nyaman dalam belajar.

Ketiga, keindahan dalam konteks furnitur anak bisa diartikan pada fungsi dari kursi secara total. Artinya furnitur dirancang telah memenuhi syarat-syarat kegunaan, kesehatan dan proporsi yang tepat. Sehingga siswa yang duduk diatasnya merasa nyaman. Idealnya furnitur tersebut tidak rumit dengan hiasan tapi menampilkan kesedehanaan bentuk. Kesederhanaan dijaman moderen ini adalah keindahan. Keindahan yang datang dari kejujuran mengolah material.

Selain dari keserhanaan bentuk, keindahan bisa dimunculkan dari permainan warna yang harmonis. Pilihan warna primer merah, biru dan kuning merupakan alternatif warna yang diinginkan anak-anak. Sebagai aksentuasi bisa diimbuhkan gambar-gambar yang menarik perhatian anak seperti, mickey mouse, tweety, Barbie, dan sebagainya.

Bilamana filosofi tripartit ini diterapkan dengan sempurna pada pembuatan furnitur anak. Disertai perhitungan antropometri tubuh anak yang proporsional dengan mengedepankan perhitungan tinggi tubuh rata-rata anak, dan pengamatan ergonomi yang akurat terhadap ukuran perangkat furniturnya, maka akan didapatkan satu bentuk desain furnitur yang ideal. Dan tentunya amat membantu anak lebih berkonsentrasi dalam belajar, mengurangi kelelahan, dan menunjang kesehatannya. Penulis amat yakin dengan konsep dan perencanaan yang baik, pada akhirnya si anak akan menjadi generasi yang berkualitas baik fisik maupun intelektualnya.

Iwa Misbah, Praktisi dan Pengamat Desain

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: