Beranda > Uncategorized > Sofabed, Sofa Multifungsi

Sofabed, Sofa Multifungsi

Dalam kehidupan sehari- hari terutama di kota besar fungsi sofa sebagai media pengisi ruang,  telah menjadi piranti yang amat penting, yang mampu menghadirkan suasana ruang lebih bermakna. Selain berfungsi sebagai tempat duduk dari kepenatan kerja sehari-hari juga dimanfaatkan untuk tempat membaca, menonton TV, bahkan –secara insidental– digunakan juga untuk tempat tidur.

Tempat-tempat aktifitas lainnya yang menggunakan sofa sebagai sarana penunjangnya  adalah café, restoran, pub-karaoke, lobby hotel, apartemen, cottage, dan sebagainya. Rancangan sofa dari masing-masing tempat tersebut seyogyanya mengikuti konsep ruang yang ditempatinya. Sebagai contoh untuk lobby hotel tentunya dituntut rancangan sofa yang  berdimensi besar , sedangkan di café atau restoran haruslah menghadirkan sofa yang efisien.

Dewasa ini kehadiran sofa didalam sebuah ruang selain mempunyai  aspek fungsional, juga memberikan nilai estetis dan prestise terhadap pemiliknya, Sehingga keberadaan sebuah sofa amat diperlukan sebagai media inspirasi citarasa seni penikmatnya (dibaca: penghuninya) ataupun media yang mampu memberikan kehangatan terhadap sebuah ruang.

Menyiasati ruang dengan lahan terbatas

Keterbatasan lahan dengan jumlah penghuni yang besar merupakan alasan utama untuk menghadirkan sofa yang disesuaikan dengan fungsi ruang. Adakalanya sofa dibuat dengan desain khusus, kecil dan mungil serta mengikuti ukuran ruang. Masalahnya sekarang adalah tidak semua pemilik rumah mengerti dan bisa membuat rancangan sofa sesuai kebutuhannya, atau justru tidak ada waktu untuk memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan ruang tempat tinggalnya secara maksimal dan efisien.

Dilain pihak produsen pembuat sofa terus-menerus mengembangkan produk sofa yang bisa diterima konsumen, yang sejatinya belum tentu fungsinya sesuai dengan kondisi ruang konsumennya. Produsen besar biasanya memproduksi dan mengembangkan produknya dengan patokan (benchmark) ukuran standar yang berlaku di Indoesia, seperti sofa satu dudukan (arm-chair); sofa dua dudukan (love-seat); dan sofa tiga dudukan (sofa). Sedangkan komposisi masing-masing dimensi diatas yang biasa digunakan adalah 3:2:1 atau 3:1:1 atau 2:1:1. Oleh karena itu diperlukan ruang (space) yang cukup luas untuk menampung komposisi tersebut, yang pada kenyataannya –untuk kebanyakan orang– luas ruang yang ada tidak sebanding dengan ukuran sofa yang dijual di pasaran.

Dalam hal ini ada beberapa strategi menempatkan sofa dalam rumah kecil; pertama, kita tidak harus memajang semua sofa secara lengkap di satu ruang, cukup hanya menempatkan satu jenis sofa saja. Sisanya di tempatkan ruang berbeda, tetapi dengan memadupadankannya dengan sofa jenis lainnya. Sehingga komposisi tersebut bisa menampilkan suasana ruang yang lebih segar, dan tidak membosankan; kedua, membuat secara khusus  rancangan sofa yang sesuai dengan kondisi dan luas ruang, misalnya pada ruang tamu dibuatkan sofa dengan rancangan built-in, rancangan yang menyatu dengan dinding, alhasil ruang tamu terkesan luas dan dapat menampung jumlah orang dengan maksimal; ketiga, membuat sofa multifungsi , selain sebagai tempat duduk , maka kita merancang sofa yang bisa untuk tidur (sofa-bed). Sehingga ruang yang tadinya hanya untuk tempat duduk bisa difungsikan untuk tempat tidur.( Foto: Type Sentramurni b, sofa selain untuk duduk, berfungsi juga untuk tidur)

Menyiasati rumah kecil di perumahan atau apartemen sederhana  tentunya bukan perkara mudah, untuk membuat ruang lebih efisien maka diperlukan konsep penataan ruang yang terintegrasi antara fungsi ruang dengan perangkat sofa yang ada diruangan tersebut.

Sofa-bed dan jenisnya.

Sofa bed dirancang dan dibuat selain difungsikan untuk tempat duduk, juga digunakan untuk tempat tidur, membaca, bersantai, menonton TV, dan merupakan tempat favorit untuk ngemil, selain itu tempat dimana segala aktifitas dilakukan seperti bermain game, mengerjakan pekerjaan rumah atau kantor dan sebagainya. Kadangkala kita menerima tamu –yang diundang maupun tidak—sedangkan tempat tidur kita terbatas, maka alternatifnya adalah memanfaatkan sofa-bed untuk tamu beristirahat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sofa bed bisa dikategorikan kepada beberapa type; yang selama ini kita sering mengamatinya di ruang-ruang pamer, yaitu:

1.Sofa-bed dengan reclining (gear) pada sandaran, kita bisa mengatur posisi sandaran sesuai dengan keinginan kita. Ada reclining dengan 3 posisi (stopper). Reclining ini hanya bisa memberikan sudut kemiringan 135 derajat, sehingga posisi ini tidak akan memberikan kenyamanan yang optimal pada posisi tidur. Tetapi untuk  membaca atau rileks masih bisa memberikan rasa nyaman. Sedangkan reclining dengan 5 posisi lebih memberikan kenyamanan untuk tidur karena sudut kemiringan bisa mencapa 180 derajat. Jumlah reclining (gear) untuk satu  dan dua dudukan menggunakan 2 buah reclining, sedangkan tiga dudukan disarankan memakai 3 reclining . Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekuatan dan ketahanan dari sofa tersebut.( Foto LN-02-2b, dan LN-05b. Sofa love-seat yang menggunakan reclining lima posisi (stopper))

2. Sofa dengan mekanik yang dirancang untuk posisi duduk sekaligus bisa juga digunakan untuk posisi tidur, mekanik ini terdiri dari konstruksi pipa besi yang dibentuk dan dirancang multi fungsi, Hal paling penting  dari system ini adalah pengaturan pin (penyambung antar komponen) yang  memungkinkan system ini bisa di tarik dan didorong,  untuk mendapatkan posisi tidur maka kita perlu menarik bagian dudukan kearah depan, dan sebaliknya untuk posisi sofa maka kita harus mendoronmgnya  kearah belakang. Memang secara teknis memasang dan menurunkan posisi ini tidak terlalu sederhana, selain itu bunyi yang dihasilkan dari hentakan pipa sandaran pada dudukan masih terdengar nyaring. Hal lainnya yang masih menjadi kendala adalah bila kita tidur diatasnya masih terasa ganjalan pipa konstruksi pada punggung, karena tebal busa sebagai penopang dudukan tidak bisa lebih tebal. Ketebalan dari busa dudukan akan berpengaruh terhadap tingginya dudukan sehingga bila kita duduk diatasnya tidak ergonomis.(Foto :Type Hendrix a dan Hendrix b. Sofa pada posisi untuk duduk dan tidur.)

3. Kombinasi sofa reclining (gear) dengan pin, sofa dengan perpaduan 2 mekanik yang berbeda memungkinkan perubahan fungsi sofa lebih bervariasi. Pada posisi normal, maka dudukan yang berfungsi sebagai tempat tidur dilipat kearah depan. Untuk mendapatkan posisi santai maka kita tinggal mengangkat sandaran pada posisi yang kita inginkan. Secara teknis perubahan dari posisi duduk menjadi posisi tidur tidaklah serumit point 2 diatas. Karena reclining (gear) membantu proses perubahan posisi dengan mudah. (Foto type Pandora 2a, 2b,dan 3c ; sofa dengan posisi untuk duduk, rileks, dan tidur. Sofa dengan berbagai posisi yang multifungsi)

4. Sofa bed dengan pemakaian gear yang khusus –biasanya diimport dari Jerman atau Italia—menampilan sofa bed yang unik, karena pada bagian bawah yang kosong bisa diisi dengan menyimpan pakaian atau selimut sehinga selain berfungsi sebagai tempat duduk, tempat tidur dan rak baju. Model dan rancangan dengan reclining ini sangat diminati di negara-negara Eropa atau Amerika.

5. Sofa bed yang paling umum dan banyak digunakan di Indonesia adalah sofa bed dengan rangka kayu, sedangkan posisi dudukannya dirancang sebagai kasur atau tempat tidur yang bisa dilipat. Tebal atau tinggi kasur sangat tergantung dari tinggi dudukan  yang dikehendaki, bila menginginkan tebal  kasur tinggi maka tinggi dudukan semakin bertambah dari ukuran standar dan bila tebal kasur rendah maka tinggi dudukannya rendah pula. Sofa bed ini sama sekali tidak memakai mekanik, pendukung utamanya adalah busa. Kelemahan yang dimunculkan dari sofa bed ini adalah pada posisi dudukan sulit mendapatkan kenyamanan yang maksimal karena dudukan (jok) ini dibangun dari dua tumpukan busa yang mempunyai ketebalan minimal 10 cm, sehingga hasil dari tumpukan ini akan menyebabkan cukup kerasnya bantal dudukan bila kita duduki. Adapun ketika posisi tidur maka kenyamanan tentunya terasa lebih nyata, kita bisa merasakan seperti tidur diatas kasur. (Foto :Type Newport 2 Sofa-bed a, dan Newport 2 sofa-bed b, sofa yang siap untuk diduduki dan “ditiduri”)

Dinegara Eropa dan Amerika, sofa bed telah menjadi  satu kebutuhan utama dalam interior rumah tinggal terutama ditempatkan di ruang keluarga (living room) atau tempat tidur (bedroom). Malahan untuk sebagian apartemen tertentu, yang dikarenakan tidak ada pemisah ruang yang jelas antara ruang tamu, ruang keluarga maupun rung tidur, maka  ruang tidur telah difungsikan untuk ruang tamu, ruang baca, dan ruang keluarga, juga sebaliknya.  Pada siang hari ruangan tersebut tentunya berfungsi sebagai fasilitas umum, menerima tamu, membaca, menonton , ngobtrol dan lain-lain.. Di malam hari ruangan difungsikan khusus untuk tempat tidur. Perubahan ruang ini tentunya hanya merubah fungsi sofa dari tempat duduk menjadi sofa bed untuk tempat tidur.

Di Jepang sebuah negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar tetapi lahan negara tersebut sangat sempit maka sofa bed menjadi alternatif pilihan utama bagi keluarga Jepang untuk mengisi rumah atau apartemennya, selain tatami maka sofa bed telah menjadi ikon tersendiri bagi keluarga di Jepang . Hampir setiap rumah di Jepang pasti tersedia sofa bed sebagai elemen interior utama. Di Jepang sofa bed dieksploitasi dari berbagai macam material maupun gaya, dari gaya modern, dengan bahan besi finishing coating atau chrome hingga gaya kontemporer yang mengexpose rangka kayu dengan kain penutup yang beranekaragam.

Dikota kota besar di Indonesia sofa bed mulai dilirik sebagai alternatif sofa pengisi ruang, walaupun dari segi model dan gaya masih mengadopsi idiom-idiom yang simpel dan sederhana, namun respon konsumen terhadap sofa-bed tersebut semakin tinggi. Hal ini bisa jadi disebabkan kebutuhan ruang untuk menampung orang sudah tidak memadai lagi, atau memang lahan yang tersedia, terutama rumah-rumah sederhana relatif sempit dan terbatas. Atau mungkin juga sofa-bed akan menjadi trend-setter bagi rancangan-rancagan sofa di tahun-tahun berikutnya terutama tahun 2004. Kita tunggu saja.

Iwa Misbah.

Praktisi dan pengamat desain interior,

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: